Indonesia in My Eyes

Indonesia itu beraneka ragam, ragam kebudayaan, bahasa, makanan dan ragam cinta kasih. Indonesia itu negara kepulauan. Walau saling jauh, tapi satu pulau dan pulau lainnya saling membutuhkan dan mensupport. Kali ini merupakan postingan saya untuk memenuhi tantangan dari Hayati Nur. “Indonesia di mata Saya”. Semoga suka.

Balik lagi, Indonesia itu unik dan keren. Kenapa unik? negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dapat memberikan ruang dan menghormati 4 agama lain yang dipercaya di negara ini. Kenapa keren? negara dengan SDA yang melimpah membuat Indonesia dilirik banyak WNA untuk membangun bisnis dan mengeksplore alam Indonesia (terutama dalam bidang pariwisata).

Tapi di sisi lain, Indonesia sedang dilanda krisis karakter. Krisis karakter itu berdampak pada hasil SDM yang dihasilkan oleh Indonesia, parahnya ada beberapa orang yang duduk di kursi kekuasaan juga hasil dari krisis karakter. Hal itu membuat Indonesia menjadi negara yang selalu berkembang, tidak maju-maju. Mana bisa maju kalau korupsi masih menjadi trend. Mana bisa maju kalau kehidupan muda-mudinya hanya memikirkan asik-asiknya aja. Mana bisa maju kalau pemikiran tentang pendidikan hanya sebagai kejar title dan kurang mengetahui esensi pendidikan.

Seperti apapun Indonesia saat ini, saya masih mencintai Indonesia. Di negara ini saya lahir dan dibesarkan. Di negara ini saya mengenal apa itu cinta, kasih, benci, sedih dan bangga. Di negara ini saya mengenal bahwa cinta harus diperjuangkan. Walau suatu saat, kita harus merelakan apa yang kita cintai itu pergi atau kita duluan yang harus pergi dan meninggalkan yang kita cintai.

Share and comment guys. Terima Kasih.

Advertisements

Terbang-terbang

Postingan kali ini merupakan request-an dari salah seorang FA wanna be, Ihsan Winalda Putra Rambe. As you know, we have the same dream, to be Flight Attendant. He asked me to write about FA. Ok, request accepted. hahaha

Pertama-tama mungkin flashback ke belakang ketika dulu masih kecil saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pilot. Pilot is the greatest dream that I had at that time. I was thinking that Pilot is one of the precious job. A Pilot can go travelling and visit all the great cities in the world. Tapi seiringnya waktu cita-cita itu berubah. Dapat saya katakan perubahan cita-cita tersebut karena fisik saya yang tidak mendukung ditambah beberapa pihak tidak merestui saya melanjutkan di pendidikan penerbang. Tapi itu bukan hal yang menjadi masalah bagi saya. Mungkin memang Tuhan sudah merencakan hal lain yang lebih indah di lembaran cerita kehidupan saya.

Tepatnya tahun 2013 ketika saya mencari cerita-cerita inspiratif seorang Pilot di google, Sistem pencarian menampilkan blog yang berisi tentang kehidupan pramugari yang dibungkus dengan cara yang unik dan lucu (You can visit radinnanandakita.blogspot.co.id). Kak Radinna adalah seorang blogger, waktu itu dia bekerja sebagai Cabin crew di Lion air. Isi dari blognya merupakan sekumpulan cerita kehidupannya sebagai seorang FA. blog tersebut yang membius saya untuk kepo tentang kehidupan yang dimiliki oleh FA lebih dalam. Hampir semua postingan sudah saya baca.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari proses kepoin kehidupan FA tersebut. Saya mulai mengetahui bahwa ada beberapa positive things, mulai dari bagaimana menjadi seorang penyelamat pertama. Walaupun keselamatan sebagai seorang FA sangat riskan dengan resiko tinggi. Namun, mereka harus memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang mereka selama penerbangan. Di sisi lain, mereka bisa menjadi pembelajar paling cepat disegala situasi. Baik situasi normal atau situasi buruk. Karena itu memang tugas mereka sebagai garda terdepan dari sebuah maskapai untuk memastikan segalanya berjalan dengan baik dalam cabin selama penerbangan.

Walaupun kehidupan sebagai FA kadang dianggap glamour dan suka hura-hura, namun itu bukan berarti semua seperti itu. Namun, memang kehidupan yang glamour sering banyak godaan dan rintangan. Bagi saya, profesi apapun ada rintangan untuk menjadi tidak baik. Tergantung orangnya, Begitu pula menjadi seorang mahasiswa. Godaan iman ada dimana-mana harus pintar mencari teman dan pasangan, Jika tidak, jadilah manusia tanpa arah dan tujuannya.

Itu yang bisa saya share kali ini semoga bermanfaat dan jangan lupa komen di kolom komentar:)

Personal Branding

Setiap manusia memiliki cara tersendiri dalam menjalani kehidupannya di dunia. satu dengan lainnya tak mungkin memiliki kehidupan yang sama. Mungkin ada beberapa hal yang memiliki kemiripan cerita dan alurnya, tapi dapat dipastikan ada hal lainnya yang membuat mereka berbeda. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan cerita yang mereka inginkan. Bahkan seperti apakah mereka dikenal pun tak luput dari hak semua orang. Setiap orang memiliki hak untuk dikenal sebagai siapa, seperti apa dan bagaimana orang melihatnya. Jika saya boleh katakan personal branding merupakan cara untuk kita memperkenalkan seperti apa kita. Apa yang membuat kita berbeda dengan orang lain dan kehidupan kita yang mungkin bisa menjadi motivasi untuk orang lain.

Setiap orang membranding personalnya melalui cara mereka sendiri-sendiri. Bahkan kadang kita tak sadar apa yang kita lakukan setiap hari adalah cara branding kita kepada orang lain. Terlebih lagi ketika saat ini teknologi semakin maju dan berkembang pesat. Perkembangan itu membentuk kita menjadi selalu ingin menonjolkan siapa diri kita pada publik. Manusia dituntut untuk selalu eksis dan melaporkan seperti apa kehidupan mereka.

Dulu personal branding hanya bisa kita tujukan kepada orang-orang khusus (dunia kerja/karir). Namun saat ini, siapapun bisa membranding personalnya melalui media sosial mereka. Hal ini bisa berdampak positif jika kita melihat dari segi positif. Contohnya, kita tak perlu menjelaskan panjang lebar siapa diri kita pada banyak orang secara langsung, cukup suruh mereka melihat media-media sosial yang kita miliki. Walaupun tak semua media sosial pantas dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui secara mendalam siapa orang-orang itu sebenarnya. Tapi paling tidak, beberapa hal sudah tergambar dari proses stalking tersebut.

Dari segi negatif, orang-orang yang berlomba untuk membranding di sosial media kadang lupa akan esensi dari sebuah personal branding, Mereka hanya menunjukkan siapa mereka melalui sosial media. Mereka lupa untuk membranding siapa mereka di dunia nyata. Bisa jadi mereka di dunia nyata bukanlah merekad di sosial media mereka.

This topic was given by Nur Hayati. Thx for Susian NurcahyanaFevie Hayu Mandariz and for all the people who helped me to write this topic.

Wanita Yang Patut Diperjuangkan

Selamat pagi, kesempatan kali ini saya ditantang oleh rekan menulis saya bang Susian Nurcahyana untuk menuangkan pikiran saya tentang “wanita yang patut diperjuangkan”. FYI, I have written about woman on my wordpress (Perempuan). Jika bicara tentang wanita lebih jauh lagi pertama saya akan melihat dari seseorang yang telah berjasa dalam hidup saya, yaitu Mama saya sendiri. Sebagai seorang anak laki-laki tunggal tak menutup kemungkinan saya akan mencari sesosok wanita yang hampir mirip dengan mama saya. Tak hanya dari segi fisik, namun juga dari segi pemikiran dan sifat atau watak. Mungkin mama saya bukan seorang yang sempurna. Masih banyak kekurangan yang beliau miliki. Itu tugas saya untuk mencari yang lebih baik dari beliau. Saya pun percaya seorang Mama akan ikhlas jika anak tunggalnya berada di tangan wanita yang tepat,

Jika dikasih pilihan tentang wanita seperti apa yang patut untuk diperjuangkan, jawabannya adalah wanita yang mengajak saya menuju surga bersama. Saya berharap wanita yang saya perjuangkan tersebut juga mengharapkan hal yang sama. Menuju surga bersama-sama. Dia boleh cantik, pintar, sukses dan lain sebagainya. Namun yang pasti dia juga harus menjadi wanita yang mampu memberikan ketenangan bagi pasangannya. Ketenangan saya maksud seperti ketika saya gagal, down dan berada di posisi terpuruk. Dia akan membantu membangun semangat saya untuk berjuang kembali. Toh, wanita memang kodratnya adalah penyeimbang bagi seorang laki-laki.

Apakah sudah menemukan wanita yang patut diperjuangkan?

Boleh jadi sudah, namun saya dengannya belum memiliki hubungan apa-apa. Hanya sebatas teman, dan tak lebih, Kami memang lebih nyaman seperti ini. Jika memang dia adalah jodoh saya, Tuhan pasti mempertemukan kami di hari yang dinanti-nanti. Sudahlah, saya sudah hampir berkepala dua. Bukan anak ingusan yang masih galau tentang kehidupan cintanya. Yang pasti tugas saya sekarang adalah memantaskan diri saya agar pantas juga untuk dia perjuangkan.

As a Man I know that in the future there will be a lot of choices, and I have to make sure that I choose the best of choices.

#SayangUangnya

Generasi muda menjadi tolak ukur sebuah peradaban kehidupan manusia. Efek yang luar biasa di setiap detik kehidupan bisa dikatakan terjadi karena adanya generasi muda. Contohnya, kehidupan suka nonkrong menjadi suatu trend baru di kalangan muda. Dulu nongkrong menjadi hal yang biasa dilakukan tanpa ada paksaan atau keharusan karena tujuan dari nongkrong hanya sebatas bertemu dan mengobrol dengan teman. Namun, dengan berkembangnya teknologi hakikat dan tujuan dari nongkrong sudah berubah menjadi ajang pamer di sosmed. Mulai dari pamer tempat, harga makanan dan pamer gebetan. #Eehhh (bahkan gaul tidaknya seseorang dapat dilihat dari sosial media mereka).

Tak heran jika seiring berjalannya waktu banyak tempat-tempat nongkrong mulai bermunculan. Dari yang mengandalkan tempat yang kece dan photo-able sampai tempat yang simple but unique. Semua itu memiliki tujuan untuk menarik minat kaum muda agar singgah dan mampir ke tempat itu. Dan diharapkan mereka membagikan tempat yang mereka kunjungi dalam sosmed mereka. Sehingga mengundang teman atau followers mereka ke temoat tersebut.

Dengan adanya teknologi kedua belah pihak, baik produsen maupun konsumen merasakan feedback yang positif. Konsumen dengan mudahnya mendapatkan referensi tempat yang sedang viral dan direkomendasikan oleh banyak orang. Produsen pun dapat imbas yang positif karena hanya megandalkan makanan dan tempat aneh mereka bisa mempromosikan brand mereka lewat media sosial. Mengundang seorang atau beberapa influencer bisa menjadi cara cepat marketing produsen.

Terlepas dari itu semua, banyak pula imbas yang negatif. Salah satunya, hedonisme menjadi salah satu trend yang tak bisa ditinggalkan dari generasi muda. Generasi muda semakin ingin eksis dalam media sosial mereka. Membeli segelas es teh+lemon (lemon tea) yang bertarif mahal sudah menjadi suatu keharusan. Membeli barang branded pun sudah menjadi kebutuhan pokok yang utama. Sehingga tak heran jika saat ini ada beberapa pihak yang menggalakkan kehidupan hemat di kalangan anak muda. Contohnya, #SayangUangnya yang digalakkan oleh permata bank dan Hamish Daud dan Pevita Pearce sebagai brand ambassador. Gerakan ini bertujuan agar generasi muda mengubah gaya hidup yang konsumtif menjadi gaya hidup hemat tanpa menjadi pelit.

Gerakan ini menarik perhatian saya. Sebagai generasi muda, saya sering tak sadar menjadi orang yang konsumtif. Membeli barang yang sebenarnya tak terlalu dibutuhkan, membeli makanan dan minuman dengan harga langit karena menggunakan bahasa inggris dalam brand (bahasa inggris memahalkan makanan yang sebenarnya rasa dan makananya sama). Semua itu, tujuannya hanya memuaskan nafsu sementara. Ke depannya dengan adanya gerakan ini semakin berpikir berkali-kali untuk memiliki gaya hidup yang konsumtif. Karena sadar atau tidak sadar uang yang saya gunakan masih uang kiriman bukan uang gajian. Hehehe. Apakah kalian juga merasakan apa yang saya rasakan? Please share and comment in this section below

For more information #sayanguangnya (sayanguangnya.com)

Maukah kau menjadi makmumku?

Kau yang ada disana

Aku ingin bertanya

Disana kau sedang apa?

Sibukkah kau untuk meminta kepada-Nya

Meminta jalan agar Tuhan mempertemukan kita

Tak cukup hanya aku yang berusaha

Ku harap kau juga melakukan hal yang sama

Sama-sama berusaha dan berdoa

Agar Tuhan memberi jawaban secepatnya

 

Jika kita sudah dipertemukan sama sang pencipta

Aku ingin kembali bertanya

Maukah kau menjadi makmumku selamanya?

Karena ku sudah tak sabar membangun sebuah keluarga

Keluarga sakinah mawaddah warahmah

 

Walau ku sadar

Aku harus banyak belajar

Menjadi imammu yang soleh dan pintar

Kau disana kuharap menanti dengan sabar

Menanti imammu yang cetar