5

Semester 5 itu tanda bahwa w udah bukan mahasiswa baru yang harus berpikir gimana cara w betah. Well, kalo aja w nggak betah buat tinggal di Malang ga mungkin w bisa tahan dan sampai di tahun ketiga w buat ngerantau.

Kata orang sih, tengah-tengah itu udah bukan waktunya buat main-main dan seneng-seneng lagi. Di titik ini w harus mengupayakan segala kesempatan dan momentum buat w bisa berpikir gimana buat jadi sarjana. Ada banyak rintangan emang. Awal semester dibuka dengan pikiran-pikiran negatif yang buat w untuk berpikir berhenti dari dunia akademis. Intinya w capek buat ngelakuin apapun yang ada di sini. w capek buat baik sama orang. w capek buat berproses.

Tapi satu saat, Allah ngasih w teguran biar w sadar kalo apapun yang terjadi itu udah emang yang terbaik buat w. Bukan yang w inginkan yang akan Dia kasih tapi apa yang w butuhin. Mungkin susah buat berdiri dan tersenyum kembali hadepin hari-hari dimana w ngerasa nggak berguna. Merasa bahwa w sendirian buat ngadepin masalah-masalah yang sama terus menerus.

Udahlah di detik ini w cuman mau ngingetin ke Ajuk (iya w nulis pesan ke diri w sendiri) buat lo perbaiki sikap lo sama semua pihak baik diatas maupun yang sejajar. lo masih dikasih kesempatan setiap detik lo buat ngelakuin apapun yang lo mau. Jangan kalah sama diri lo sendiri. Bukan menjadi lebih baik dari orang lain yang lo harus lakuin. Jadilah versi terbaik dari diri lo yang harus lo lakuin. Inget satu hal lagi. Semua ada kesempatan dan waktunya masing-masing. Lo bisa!!!

Advertisements

I’m back

It’s almost a year that I did not open this platform

Hallo semua, kenalin w Ajuk. Ok, disini w cuman pengen ngasih tau kalian semua kalo w akhirnya back to write again. Mungkin w masih juga bingung mau w apain nih blog w setelah setahun w tinggalin tanpa kabar dan permisi.

Bukan cuman pengen ngasih tau kalo w akhirnya kembali lagi, w cuman ngasih tau kalo kedepannya apapun yang w tulis adalah usaha w buat mengasah kemampuan nulis w. Do’ain aja semoga aja w konsisten buat nulis dan isi konten. nggak muluk2 sih semoga ada sesuatu yang kalian dapet dari tulisan-tulisan w.

Alesan kenapa balik nulis : Karena w sadar hidup cuman sekali, ngapain dibuat mikir yang aneh-aneh. belum tentu juga itu beneran terjadi, mending buat mikir mau nulis apa dibanding selalu mikirin orang lain. ada banyak banget isi di pikiran w yang ingin w sampein di blog ini. sabar yaa!!!

sekian terima kasih

Drama Queen and King

I just want to share my thought

Cerita awal, di suatu sore setelah kursus ada mbak-mbak yang jatuh dari motor dimana pacarnya yang bonceng mbak-mbak itu. My motorcycle position is in exactly behind them, so I could see how she felt from the motorcycle. Udah kaget aja tuh waktu itu dengan jatuh mbaknya di trotoar.

geduprak…

seketika kayak freeze moment. eh ternyata reaksi dari pacarnya malah ngagetin w,

“ngapain kamu ini gini-ginian?” (sambil nampar mbaknya)

seketika w kaget ternyata mbaknya cuman akting kalo dia itu jatuh dan drama mereka ditutup dengan saling mencaci maki satu sama lain. (end)

pesan yang didapat : ngapain sih bikin drama-drama an yang itu ngerugiin diri sendiri dan orang lain. untung mbaknya ga w tabrak.

Indonesia in My Eyes

Indonesia itu beraneka ragam, ragam kebudayaan, bahasa, makanan dan ragam cinta kasih. Indonesia itu negara kepulauan. Walau saling jauh, tapi satu pulau dan pulau lainnya saling membutuhkan dan mensupport. Kali ini merupakan postingan saya untuk memenuhi tantangan dari Hayati Nur. “Indonesia di mata Saya”. Semoga suka.

Balik lagi, Indonesia itu unik dan keren. Kenapa unik? negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dapat memberikan ruang dan menghormati 4 agama lain yang dipercaya di negara ini. Kenapa keren? negara dengan SDA yang melimpah membuat Indonesia dilirik banyak WNA untuk membangun bisnis dan mengeksplore alam Indonesia (terutama dalam bidang pariwisata).

Tapi di sisi lain, Indonesia sedang dilanda krisis karakter. Krisis karakter itu berdampak pada hasil SDM yang dihasilkan oleh Indonesia, parahnya ada beberapa orang yang duduk di kursi kekuasaan juga hasil dari krisis karakter. Hal itu membuat Indonesia menjadi negara yang selalu berkembang, tidak maju-maju. Mana bisa maju kalau korupsi masih menjadi trend. Mana bisa maju kalau kehidupan muda-mudinya hanya memikirkan asik-asiknya aja. Mana bisa maju kalau pemikiran tentang pendidikan hanya sebagai kejar title dan kurang mengetahui esensi pendidikan.

Seperti apapun Indonesia saat ini, saya masih mencintai Indonesia. Di negara ini saya lahir dan dibesarkan. Di negara ini saya mengenal apa itu cinta, kasih, benci, sedih dan bangga. Di negara ini saya mengenal bahwa cinta harus diperjuangkan. Walau suatu saat, kita harus merelakan apa yang kita cintai itu pergi atau kita duluan yang harus pergi dan meninggalkan yang kita cintai.

Share and comment guys. Terima Kasih.

Terbang-terbang

Postingan kali ini merupakan request-an dari salah seorang FA wanna be, Ihsan Winalda Putra Rambe. As you know, we have the same dream, to be Flight Attendant. He asked me to write about FA. Ok, request accepted. hahaha

Pertama-tama mungkin flashback ke belakang ketika dulu masih kecil saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pilot. Pilot is the greatest dream that I had at that time. I was thinking that Pilot is one of the precious job. A Pilot can go travelling and visit all the great cities in the world. Tapi seiringnya waktu cita-cita itu berubah. Dapat saya katakan perubahan cita-cita tersebut karena fisik saya yang tidak mendukung ditambah beberapa pihak tidak merestui saya melanjutkan di pendidikan penerbang. Tapi itu bukan hal yang menjadi masalah bagi saya. Mungkin memang Tuhan sudah merencakan hal lain yang lebih indah di lembaran cerita kehidupan saya.

Tepatnya tahun 2013 ketika saya mencari cerita-cerita inspiratif seorang Pilot di google, Sistem pencarian menampilkan blog yang berisi tentang kehidupan pramugari yang dibungkus dengan cara yang unik dan lucu (You can visit radinnanandakita.blogspot.co.id). Kak Radinna adalah seorang blogger, waktu itu dia bekerja sebagai Cabin crew di Lion air. Isi dari blognya merupakan sekumpulan cerita kehidupannya sebagai seorang FA. blog tersebut yang membius saya untuk kepo tentang kehidupan yang dimiliki oleh FA lebih dalam. Hampir semua postingan sudah saya baca.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari proses kepoin kehidupan FA tersebut. Saya mulai mengetahui bahwa ada beberapa positive things, mulai dari bagaimana menjadi seorang penyelamat pertama. Walaupun keselamatan sebagai seorang FA sangat riskan dengan resiko tinggi. Namun, mereka harus memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang mereka selama penerbangan. Di sisi lain, mereka bisa menjadi pembelajar paling cepat disegala situasi. Baik situasi normal atau situasi buruk. Karena itu memang tugas mereka sebagai garda terdepan dari sebuah maskapai untuk memastikan segalanya berjalan dengan baik dalam cabin selama penerbangan.

Walaupun kehidupan sebagai FA kadang dianggap glamour dan suka hura-hura, namun itu bukan berarti semua seperti itu. Namun, memang kehidupan yang glamour sering banyak godaan dan rintangan. Bagi saya, profesi apapun ada rintangan untuk menjadi tidak baik. Tergantung orangnya, Begitu pula menjadi seorang mahasiswa. Godaan iman ada dimana-mana harus pintar mencari teman dan pasangan, Jika tidak, jadilah manusia tanpa arah dan tujuannya.

Itu yang bisa saya share kali ini semoga bermanfaat dan jangan lupa komen di kolom komentar:)

Personal Branding

Setiap manusia memiliki cara tersendiri dalam menjalani kehidupannya di dunia. satu dengan lainnya tak mungkin memiliki kehidupan yang sama. Mungkin ada beberapa hal yang memiliki kemiripan cerita dan alurnya, tapi dapat dipastikan ada hal lainnya yang membuat mereka berbeda. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan cerita yang mereka inginkan. Bahkan seperti apakah mereka dikenal pun tak luput dari hak semua orang. Setiap orang memiliki hak untuk dikenal sebagai siapa, seperti apa dan bagaimana orang melihatnya. Jika saya boleh katakan personal branding merupakan cara untuk kita memperkenalkan seperti apa kita. Apa yang membuat kita berbeda dengan orang lain dan kehidupan kita yang mungkin bisa menjadi motivasi untuk orang lain.

Setiap orang membranding personalnya melalui cara mereka sendiri-sendiri. Bahkan kadang kita tak sadar apa yang kita lakukan setiap hari adalah cara branding kita kepada orang lain. Terlebih lagi ketika saat ini teknologi semakin maju dan berkembang pesat. Perkembangan itu membentuk kita menjadi selalu ingin menonjolkan siapa diri kita pada publik. Manusia dituntut untuk selalu eksis dan melaporkan seperti apa kehidupan mereka.

Dulu personal branding hanya bisa kita tujukan kepada orang-orang khusus (dunia kerja/karir). Namun saat ini, siapapun bisa membranding personalnya melalui media sosial mereka. Hal ini bisa berdampak positif jika kita melihat dari segi positif. Contohnya, kita tak perlu menjelaskan panjang lebar siapa diri kita pada banyak orang secara langsung, cukup suruh mereka melihat media-media sosial yang kita miliki. Walaupun tak semua media sosial pantas dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui secara mendalam siapa orang-orang itu sebenarnya. Tapi paling tidak, beberapa hal sudah tergambar dari proses stalking tersebut.

Dari segi negatif, orang-orang yang berlomba untuk membranding di sosial media kadang lupa akan esensi dari sebuah personal branding, Mereka hanya menunjukkan siapa mereka melalui sosial media. Mereka lupa untuk membranding siapa mereka di dunia nyata. Bisa jadi mereka di dunia nyata bukanlah merekad di sosial media mereka.

This topic was given by Nur Hayati. Thx for Susian NurcahyanaFevie Hayu Mandariz and for all the people who helped me to write this topic.

Wanita Yang Patut Diperjuangkan

Selamat pagi, kesempatan kali ini saya ditantang oleh rekan menulis saya bang Susian Nurcahyana untuk menuangkan pikiran saya tentang “wanita yang patut diperjuangkan”. FYI, I have written about woman on my wordpress (Perempuan). Jika bicara tentang wanita lebih jauh lagi pertama saya akan melihat dari seseorang yang telah berjasa dalam hidup saya, yaitu Mama saya sendiri. Sebagai seorang anak laki-laki tunggal tak menutup kemungkinan saya akan mencari sesosok wanita yang hampir mirip dengan mama saya. Tak hanya dari segi fisik, namun juga dari segi pemikiran dan sifat atau watak. Mungkin mama saya bukan seorang yang sempurna. Masih banyak kekurangan yang beliau miliki. Itu tugas saya untuk mencari yang lebih baik dari beliau. Saya pun percaya seorang Mama akan ikhlas jika anak tunggalnya berada di tangan wanita yang tepat,

Jika dikasih pilihan tentang wanita seperti apa yang patut untuk diperjuangkan, jawabannya adalah wanita yang mengajak saya menuju surga bersama. Saya berharap wanita yang saya perjuangkan tersebut juga mengharapkan hal yang sama. Menuju surga bersama-sama. Dia boleh cantik, pintar, sukses dan lain sebagainya. Namun yang pasti dia juga harus menjadi wanita yang mampu memberikan ketenangan bagi pasangannya. Ketenangan saya maksud seperti ketika saya gagal, down dan berada di posisi terpuruk. Dia akan membantu membangun semangat saya untuk berjuang kembali. Toh, wanita memang kodratnya adalah penyeimbang bagi seorang laki-laki.

Apakah sudah menemukan wanita yang patut diperjuangkan?

Boleh jadi sudah, namun saya dengannya belum memiliki hubungan apa-apa. Hanya sebatas teman, dan tak lebih, Kami memang lebih nyaman seperti ini. Jika memang dia adalah jodoh saya, Tuhan pasti mempertemukan kami di hari yang dinanti-nanti. Sudahlah, saya sudah hampir berkepala dua. Bukan anak ingusan yang masih galau tentang kehidupan cintanya. Yang pasti tugas saya sekarang adalah memantaskan diri saya agar pantas juga untuk dia perjuangkan.

As a Man I know that in the future there will be a lot of choices, and I have to make sure that I choose the best of choices.